Best Patner

Rabu, 28 Mei 2014

Kenapa Kita Harus Menulis...!



Menulis adalah sesuatu yang sering kita lakukan, adakala kita menulis dibuku, kertas-kertas, twiter, facebook, dan ditempat lain. Setiap manusia yang telah bisa mengetahui huruf abjad, maka ia telah bisa menulis, bahkan yang tidak mengetahui abjad pun kadang ia bisa menulis walau pun itu cuma coretan.

Tulisan yang diharapkan kepada kita bukan saja mampu menulis broh putoh (sesuatu yang tidak sistematis dan bermanfaat), tapi kita dituntut menulis tulisan yang bisa dipublikasi dan bermanfaat bagi pembaca, walau belum bisa membuat perubahan secara spontan, namun mampu memberikan informasi dan berita yang bermanfaat bagi pembaca.

Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai (Tarigan, 1986). Menurut Djago Tarigan menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan (Sumarno, 2009).

Kemampuan Menulis
Kemampuan menulis bukanlah kemampuan yang diperoleh secara otomatis. Solehan menjelaskan bahwa kemampuan menulis seseorang bukan dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh melalui tindak pembelajaran. Berhubungan dengan cara pemerolehan kemampuan menulis, seseorang yang telah mendapatkan pembelajaran menulis belum tentu memiliki kompetensi menulis dengan andal tanpa banyak latihan menulis (Solehan, dkk, 2008).

Kemampuan menulis ini terlihat dari kemampuan berbahasa yang produktif, yang menghasilkan ide - ide cemerlang yang dituangkan dalam bentuk artikel, opini, atau ficture.

Seorang yang tidak berani menulis dan tidak mencobanya, ia tidak akan pernah bisa menulis artikel, opini, atau lainnya yang akan di publikasi di media cetak atau media online, sehingga apa yang ia tulis tidak bermanfaat untuk publik.

Kefobiaan seseoarang kepada tulisan yang bersifat resmi yang bisa dipublikasi tidak akan hilang, selama ia tidak pernah mencoba untuk menulis, karena ketakutan dan minder dalam meluahkan gagasan dan pikiran dalam bentuk tulisan ini tidak akan hilang. Pepatah mengatakan “tidak akan ada kesuksesan tanpa ada keberanian”, makanya setiap kita mesti berani menulis dan menulis sehingga tulisan kita layak dipublikasi dan dibaca masyarakat umum.

Tahap-tahap Menulis
Seorang penulis harus memperhatikan beberapa langkah-langkah dalam menulis, agar tulisan yang ia tulis teratur, bagus, menarik, mempunya kredibel bahkan layak dipublikasi.

Menurut M. Atar Semi (2007), tahap-tahap menulis terbagi menjadi tiga, yaitu: 1. tahap pratulis,         2. tahap penulisan, dan 3. tahap penyuntingan.



Sedangkan menurut Elina Syarif, Zulkarnaini, dan Sumarno (2009), tahap-tahap menulis terdiri dari enam langkah, yaitu: 1. draf kasar, 2. berbagi, 3. perbaikan, 4. menyunting, 5. penulisan kembali, 6. evaluasi.

Dengan melihat beberapa tahapan dalam menulis, maka kita sebagai pemula yang baru memulai menulis maka sangat membantu dalam  menghasilkan suatu tulisan, namun kadangkala tulisan itu layak dan tidak layaknya di publikasi itu tergantung seberapa serius kita dalam menulis, dan seberapa besar kemaun kita untuk menulis dan memperbaiki tulisan  - tulisan yang patut di edit kembali.

Tujuan Kita Menulis
Tujuan menulis antara lain: a. untuk menceritakan sesuatu, b. untuk memberikan petunjuk atau pengarahan, c. untuk menjelaskan sesuatu, d. untuk meyakinkan, dan e. untuk merangkum ( M. Atar Semi, 2007).

Sedangkan menurut Elina, Zulkarnaini, dan Sumarno, 2009: tujuan menulis adalah:                a. menginformasikan, b. membujuk, c. mendidik, d. menghibur.

Dengan menulis kita bisa bercerita tentang diri kita atau sesuatu yang menarik, memberikan petunjuk kepada pembaca tentang suatu sistem, bahkan dengan menulis kita menjadi pendidik yang mampu mendidik seluruh manusia dimuka bumi ini yang hobby membaca tanpa perlu bertatap muka dengan kita. Ilmu atau pengetahuan yang ingin kita transfer dan informasikan kepada orang-orang adalah dengan menulis, itu yang terbaik.

Penulis adalah sang reformasi yang mampu mengubah dunia, budaya dan peradaban manusia dengan tulisannya. Manusia akan mengubah perilaku, adat, adab, dan budaya dengan membaca tulisan-tulisan yang bermanfaat dari seorang penulis, bahkan seorang akan merubah karakter hidupnya setelah membaca suatu tulisan.

Penulis juga seorang pahlawan yang sangat berjasa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dimuka bumi ini, berkat tulisan-tulisannya sang generasi bisa meneruskan pembaharuan sehingga mampu menciptakan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi agama dan negara.

Nah, mulai sekarang mari kita mencoba menulis, memberanikan diri kita dengan menulis, menghilangkan fobia dalam tulisan. Walau tulisan kita tidak sebagus para pakar - pakar di Indonesia dan dunia, namun kita telah mencobanya dan ini membuktikan bahwa kita telah berani melakukan perubahan.

Saya berharap, siapa pun yang membaca tulisan ini bisa termotivasi untuk menulis dan menghasilkan karya-karya lewat tulisan, tiada yang indah yang mampu kita persembahkan kepada orang lain dan para generasi, selain tulisan – tulisan yang bermanfat yang kita tinggalkan, orang akan mengenang kita selamanya dengan tulisan walau kita telah tiada ratusan tahun yang silam.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver